Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Persiapan TKA Bahasa Indonesia SMP: Bukan Sekadar Membaca, Tapi Memahami Lebih Dalam







Pernah merasa soal Bahasa Indonesia makin ke sini makin menantang? Kamu tidak sendirian. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja merilis kerangka asesmen Tes Kompetensi Akademik (TKA) terbaru untuk jenjang SMP/MTs dan sederajat.

Fokus utamanya masih pada Keterampilan Membaca, namun dengan standar yang lebih tinggi. Mari kita bedah apa saja yang baru dan bagaimana cara menghadapinya!

Apa yang Berubah?

Jika dulu teks yang disajikan mungkin terasa sederhana, kini level teks dalam TKA dirancang untuk lebih kompetitif dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Panjang Teks: Berkisar antara 200 hingga 250 kata.

  • Struktur Kalimat: Menggunakan kalimat majemuk dengan kepadatan 5–9 kata per kalimat.

  • Kekayaan Kosakata: Banyak menggunakan istilah teknis dan kata-kata abstrak.

Jenis Teks yang Akan Diujikan

Ada dua kategori besar teks yang akan muncul dalam ujian:

  1. Teks Informasi: Mengangkat isu yang lebih luas, baik skala nasional maupun global. Formatnya bisa berupa teks tunggal atau gabungan dari beberapa teks (jamak).

  2. Teks Fiksi: Jangan harap cerita yang datar. Teks fiksi akan menampilkan tokoh dengan karakter kuat, alur campuran (maju-mundur), konflik yang kompleks, dan biasanya menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Tiga Level Kemampuan yang Diukur

Untuk bisa menaklukkan TKA, kamu perlu menguasai tiga level pemahaman utama:

1. Pemahaman Tekstual

Ini adalah kemampuan dasar untuk menyerap apa yang tertulis secara gamblang.

  • Menemukan informasi penting dalam bacaan.

  • Mengidentifikasi istilah khusus.

  • Mampu menyusun kembali isi teks ke dalam bentuk bagan atau skema.

2. Pemahaman Inferensial

Di level ini, kamu harus bisa "membaca di antara baris" atau memahami hal-hal yang tidak tertulis secara langsung.

  • Menyimpulkan ide pokok.

  • Memprediksi kelanjutan sebuah cerita.

  • Menjelaskan makna bahasa kiasan seperti metafora atau citraan.

3. Evaluasi dan Apresiasi

Ini adalah level tertinggi di mana kamu berperan sebagai kritikus.

  • Menilai akurasi atau kebenaran isi teks.

  • Membandingkan informasi antara satu teks dengan teks lainnya.

  • Memberikan respons emosional atau opini pribadi terhadap karya tersebut.

Kesimpulan

Perubahan kerangka asesmen ini bertujuan agar siswa Indonesia tidak hanya bisa membaca, tapi juga kritis dalam mengolah informasi. Dengan memahami struktur teks dan melatih logika berpikir, TKA Bahasa Indonesia bukan lagi hal yang menakutkan.

Untuk informasi lebih lengkap dan latihan soal, kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi di pusmendik.kemendikdasmen.go.id.



Tips: Mulailah membiasakan diri membaca artikel berita nasional atau cerpen dengan plot yang kompleks agar terbiasa dengan ritme teks TKA!

Post a Comment for "Persiapan TKA Bahasa Indonesia SMP: Bukan Sekadar Membaca, Tapi Memahami Lebih Dalam"