BIAS 2026 di Sekolah: Siapa Saja yang Mendapat Imunisasi dan Apa yang Perlu Disiapkan Orang Tua?
KIKEN.MY.ID – Orang tua yang memiliki anak usia sekolah perlu mengetahui bahwa Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 kembali menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kesehatan peserta didik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 19 Tahun 2026 tentang dukungan pelaksanaan BIAS di satuan pendidikan. Surat edaran tersebut diterbitkan pada 21 Agustus 2026 dan diumumkan Kemendikdasmen pada 27 Agustus 2026.
BIAS merupakan kegiatan imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah yang dilaksanakan melalui kerja sama sektor pendidikan dan kesehatan. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) dan ditujukan untuk meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah.
Lalu, siapa saja yang menjadi sasaran BIAS 2026 dan vaksin apa yang diberikan?
Apa Itu BIAS?
BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah, yaitu kegiatan pemberian imunisasi lanjutan kepada sasaran anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama atau sederajat.
Kemenkes menjelaskan bahwa BIAS dilaksanakan setiap tahun pada bulan Agustus dan November, dengan jenis imunisasi yang disesuaikan berdasarkan usia dan kelas anak.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar anak yang bersekolah. Anak usia sekolah yang tidak bersekolah juga dapat memperoleh layanan melalui puskesmas, posyandu, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Kenapa BIAS Penting untuk Anak?
Imunisasi bukan hanya dilakukan saat bayi.
Anak usia sekolah juga membutuhkan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan perlindungan terhadap penyakit tertentu.
Kemenkes menjelaskan bahwa BIAS berfungsi mendukung pencegahan penyakit seperti difteri, tetanus, campak, rubela, serta kanker leher rahim melalui jenis imunisasi yang diberikan sesuai kelompok sasaran.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menganggap kegiatan imunisasi di sekolah sebagai kegiatan tambahan yang tidak penting.
Sasaran BIAS 2026 Siapa Saja?
Menurut informasi Kementerian Kesehatan mengenai BIAS, sasaran imunisasi meliputi beberapa kelompok usia dan kelas.
Kelas 1 SD atau Anak Usia 7 Tahun
Sasaran ini mendapatkan imunisasi Campak Rubela pada bulan Agustus dan DT pada bulan November.
Kelas 2 SD atau Anak Usia 8 Tahun
Sasaran ini mendapatkan imunisasi Td pada bulan November.
Kelas 5 SD atau Anak Usia 11 Tahun
Sasaran ini mendapatkan imunisasi HPV pada bulan Agustus dan Td pada bulan November.
Kelas 6 SD atau Anak Usia 12 Tahun
Pada sasaran tertentu, imunisasi HPV diberikan pada bulan Agustus.
Kelas 9 atau Anak Usia 15 Tahun
Imunisasi HPV juga diberikan pada sasaran kelas 9 atau anak usia 15 tahun sesuai ketentuan program.
Karena pelaksanaan teknis dapat menyesuaikan program daerah, orang tua sebaiknya mengikuti pemberitahuan resmi dari sekolah, puskesmas, dan dinas kesehatan setempat.
Jenis Vaksin dalam BIAS
Berikut jenis imunisasi yang perlu dikenal orang tua.
Imunisasi Campak Rubela
Imunisasi ini diberikan untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubela.
Kemenkes menjelaskan bahwa campak dapat menyebabkan komplikasi berat, termasuk pneumonia, radang otak, kebutaan, dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kematian.
Imunisasi DT dan Td
Imunisasi DT dan Td berhubungan dengan perlindungan terhadap difteri dan tetanus.
Pemberian dilakukan sesuai kelompok usia dan jadwal BIAS.
Imunisasi HPV
Imunisasi HPV ditujukan untuk membantu mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker leher rahim di kemudian hari.
Kemenkes menjelaskan bahwa mulai 2025 jumlah dosis HPV disesuaikan dari dua dosis menjadi satu dosis, dengan mempertimbangkan rekomendasi SAGE WHO serta komitmen Indonesia terhadap eliminasi kanker leher rahim pada 2030.
BIAS Dilaksanakan di Mana?
Bagi anak yang bersekolah, pelaksanaan BIAS dilakukan di satuan pendidikan, seperti sekolah, madrasah, atau pesantren, sesuai koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara anak usia sekolah yang tidak bersekolah dapat memperoleh layanan di puskesmas, posyandu, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Jika anak belum mendapatkan imunisasi pada hari pelaksanaan di sekolah, Kemenkes menjelaskan bahwa imunisasi dapat diberikan di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Apa Peran Sekolah dalam BIAS 2026?
Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 19 Tahun 2026 sebagai acuan bagi pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan satuan pendidikan dalam mendukung pelaksanaan BIAS.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari penguatan aspek kesehatan dalam Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta penguatan UKS dan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi salah satu lokasi penting untuk menjangkau anak melalui layanan kesehatan.
Apa yang Perlu Disiapkan Orang Tua?
Sebelum pelaksanaan imunisasi di sekolah, orang tua dapat melakukan beberapa persiapan sederhana.
Pertama, perhatikan pemberitahuan dari sekolah.
Kedua, pastikan identitas anak sesuai dengan data sekolah.
Ketiga, tanyakan jadwal pelaksanaan BIAS di sekolah.
Keempat, sampaikan kepada petugas kesehatan jika anak memiliki kondisi tertentu yang perlu diketahui.
Kelima, pastikan anak memahami bahwa imunisasi dilakukan untuk membantu menjaga kesehatannya.
Orang tua sebaiknya tidak menakut-nakuti anak dengan proses penyuntikan.
Bagaimana Cara Menjelaskan Imunisasi kepada Anak?
Anak terkadang takut melihat jarum.
Gunakan bahasa sederhana.
Misalnya:
“Nanti ada petugas yang memberikan vaksin supaya tubuhmu mendapat perlindungan.”
Hindari mengatakan:
“Kalau tidak diam, nanti disuntik.”
Kalimat seperti itu dapat membuat anak mengasosiasikan suntikan dengan hukuman.
Lebih baik berikan penjelasan yang jujur dan menenangkan.
Apakah Anak Perlu Takut Mengikuti BIAS?
Tujuan BIAS adalah memberikan perlindungan kesehatan melalui imunisasi sesuai sasaran.
Orang tua tidak perlu menakut-nakuti anak, tetapi juga tidak perlu menjanjikan bahwa prosesnya pasti tidak terasa sama sekali.
Beri penjelasan sederhana bahwa mungkin ada rasa tidak nyaman sesaat, kemudian anak dapat melanjutkan aktivitas sesuai arahan petugas.
Hubungan BIAS dengan Kesehatan Anak di Sekolah
BIAS menjadi semakin relevan ketika kesehatan anak sekolah juga menjadi perhatian pemerintah.
Pada 28 Agustus 2026, Kementerian Kesehatan meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah di SMPN 5 Kota Bogor dan menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan perlu ditindaklanjuti, bukan sekadar dilakukan sebagai pemeriksaan. Masalah yang dapat ditemukan pada anak sekolah antara lain gangguan gigi, anemia, dan obesitas.
Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan anak sekolah perlu dilihat secara menyeluruh.
Imunisasi merupakan salah satu bagian, sedangkan pemeriksaan kesehatan, kebersihan, gizi, dan perilaku hidup sehat merupakan bagian lainnya.
BIAS Bukan Satu-Satunya Bentuk Menjaga Kesehatan Anak
Orang tua tetap perlu membangun kebiasaan sehat di rumah.
Misalnya:
Membiasakan makan bergizi seimbang.
Menjaga kebersihan tangan dan tubuh.
Mendorong aktivitas fisik.
Memperhatikan waktu tidur.
Mengajarkan kebiasaan hidup bersih.
Mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Dengan pendekatan seperti ini, kesehatan anak tidak hanya dijaga ketika ada program sekolah.
Bagaimana Jika Anak Tidak Hadir Saat BIAS?
Jangan langsung menganggap kesempatan imunisasi hilang.
Kemenkes menjelaskan bahwa anak yang belum mendapatkan imunisasi pada hari pelaksanaan dapat memperoleh imunisasi melalui puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Orang tua sebaiknya segera menanyakan tindak lanjut kepada sekolah atau puskesmas.
Apakah Anak yang Tidak Bersekolah Bisa Mengikuti BIAS?
Ya.
Kegiatan BIAS juga menjangkau anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
Pelayanan dapat diberikan di puskesmas, posyandu, atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang ditunjuk.
Hal ini penting agar akses imunisasi tidak hanya bergantung pada status sekolah anak.
Apakah BIAS Hanya Dilakukan pada Bulan Agustus?
Tidak.
Kemenkes menjelaskan bahwa BIAS berlangsung pada Agustus dan November, dengan jenis imunisasi yang berbeda sesuai kelompok sasaran.
Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan informasi dari sekolah dan tenaga kesehatan agar tidak melewatkan jadwal.
Checklist Orang Tua Sebelum BIAS 2026
☐ Membaca pengumuman dari sekolah.
☐ Mengetahui jadwal BIAS.
☐ Memastikan data anak sesuai.
☐ Mengetahui jenis imunisasi yang diberikan.
☐ Memberikan informasi kondisi kesehatan anak kepada petugas jika diperlukan.
☐ Menjelaskan imunisasi kepada anak dengan bahasa yang tenang.
☐ Memastikan anak mengikuti arahan sekolah dan petugas kesehatan.
☐ Jika terlewat, segera menanyakan layanan lanjutan ke puskesmas.
FAQ BIAS 2026
Apa itu BIAS 2026?
BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah, yaitu kegiatan pemberian imunisasi lanjutan kepada anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan status kesehatan peserta didik.
Kapan BIAS dilaksanakan?
BIAS dilaksanakan pada Agustus dan November dengan jenis imunisasi sesuai kelompok sasaran.
Siapa yang menjadi sasaran BIAS?
Sasaran meliputi anak kelas 1, kelas 2, kelas 5, kelas 6, dan kelas 9 atau kelompok usia tertentu sesuai jenis imunisasi yang diberikan.
Imunisasi apa yang diberikan dalam BIAS?
Jenis imunisasi antara lain Campak Rubela, DT, Td, dan HPV, sesuai kelas dan usia sasaran.
Apakah imunisasi HPV diberikan pada BIAS?
Ya. HPV termasuk salah satu imunisasi dalam BIAS untuk sasaran tertentu. Kemenkes menyebut perubahan kebijakan sejak 2025 membuat vaksinasi HPV menjadi satu dosis pada sasaran program.
Apakah anak yang tidak sekolah bisa mendapatkan BIAS?
Ya. Anak usia sekolah yang tidak bersekolah dapat memperoleh layanan di puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan lainnya.
Bagaimana jika anak tidak hadir saat imunisasi di sekolah?
Imunisasi dapat diberikan melalui puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sesuai ketentuan.
Apa peran sekolah dalam BIAS 2026?
Kemendikdasmen memberikan dukungan melalui SE Nomor 19 Tahun 2026 agar pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan satuan pendidikan mendukung pelaksanaan BIAS melalui koordinasi dengan sektor kesehatan.
BIAS 2026 merupakan salah satu program penting untuk menjaga kesehatan anak usia sekolah melalui imunisasi lanjutan.
Kemendikdasmen telah menerbitkan SE Nomor 19 Tahun 2026 sebagai dukungan terhadap pelaksanaan BIAS di satuan pendidikan, sedangkan Kemenkes menjelaskan sasaran, jenis imunisasi, waktu, dan lokasi pelaksanaannya.
Bagi orang tua, hal paling penting adalah memperhatikan pemberitahuan sekolah, mengetahui jadwal imunisasi anak, dan berkomunikasi dengan petugas kesehatan apabila ada kondisi khusus yang perlu disampaikan.
BIAS juga sebaiknya dipandang sebagai bagian dari upaya kesehatan anak secara menyeluruh. Selain imunisasi, anak membutuhkan pola makan yang baik, aktivitas fisik, kebersihan diri, tidur yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Jangan menunggu sampai anak sakit baru memperhatikan kesehatan. Pencegahan dan kebiasaan sehat perlu dibangun sejak usia sekolah.
Sumber Referensi
Kemendikdasmen – SE Nomor 19 Tahun 2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Kementerian Kesehatan RI – Informasi resmi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Kementerian Kesehatan RI – Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah dan temuan kesehatan siswa.
Post a Comment for "BIAS 2026 di Sekolah: Siapa Saja yang Mendapat Imunisasi dan Apa yang Perlu Disiapkan Orang Tua?"