Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RPM PAI Kelas 1 Bab 5: Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s. Tahun Pelajaran 2026/2027

RPM PAI Kelas 1 Bab 5: Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s. Tahun Pelajaran 2026/2027

Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) kelas 1 SD dapat mengenalkan kisah nabi melalui kegiatan yang menyenangkan, sederhana, dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Salah satu materi yang penting adalah Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s.

Artikel ini membahas RPM PAI Kelas 1 Bab 5: Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s. Tahun Pelajaran 2026/2027 berdasarkan dokumen yang memuat identitas pembelajaran, tujuan, kegiatan selama tiga pertemuan, asesmen, rubrik penilaian, serta LKPD.

Materi dirancang untuk Fase A/Kelas I, dengan alokasi waktu 9 × 35 menit atau 3 pertemuan, menggunakan model Deep Learning dan pendekatan Student Centered Learning.

Identitas RPM PAI Kelas 1 Bab 5

Berikut identitas pembelajaran yang tercantum dalam dokumen:

Satuan Pendidikan: SDN ……………………………….
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase/Kelas: A / I
Materi Pokok: Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s.
Topik: Cinta kepada Rasul dan Cinta kepada Allah Swt.
Topik Panca Cinta: Cinta kepada Allah Swt.
Alokasi Waktu: 9 × 35 menit atau 3 pertemuan
Model Pembelajaran: Deep Learning
Pendekatan: Student Centered Learning
Tahun Pelajaran: 2026/2027

Materi Pembelajaran Kisah Nabi Adam a.s.

Materi pembelajaran dalam Bab 5 meliputi:

  1. Nabi Adam a.s. sebagai manusia pertama.
  2. Nabi Adam a.s. sebagai nabi dan rasul pertama.
  3. Proses penciptaan Nabi Adam a.s.
  4. Hikmah beriman kepada kisah Nabi Adam a.s.

Capaian pembelajaran yang dituju adalah peserta didik mampu menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul sesuai dengan tahap perkembangannya.

Karakteristik Peserta Didik Kelas 1

Peserta didik kelas I memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang belajar melalui cerita, gambar, video, permainan, dan bernyanyi.

Dokumen juga mencatat bahwa sebagian besar siswa telah mengenal nama Nabi Adam a.s., tetapi belum memahami kisah penciptaan serta keteladanannya secara utuh. Karena itu, materi dirancang dengan pendekatan cerita dan aktivitas konkret agar lebih mudah dipahami.

Strategi dan Metode Pembelajaran

RPM menggunakan model Deep Learning dengan strategi:

  • Student Centered Learning
  • Story Based Learning
  • Cooperative Learning

Metode pembelajaran meliputi:

  • Bercerita atau storytelling
  • Tanya jawab
  • Diskusi kelompok
  • Bermain peran sederhana
  • Demonstrasi
  • Presentasi

Guru juga dapat melibatkan orang tua dan teman sebaya sebagai mitra pembelajaran.

Media Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran dirancang religius, nyaman, menyenangkan, aktif, dan komunikatif dengan memanfaatkan media cerita bergambar serta video edukasi.

Pemanfaatan teknologi dapat dilakukan melalui:

  • Video animasi kisah Nabi Adam a.s.
  • PowerPoint bergambar.
  • LCD atau Smart TV.
  • Speaker.

Pertemuan 1: Mengenal Kisah Nabi Adam a.s.

Pada pertemuan pertama, peserta didik diarahkan untuk memahami kisah Nabi Adam a.s. serta meyakini Nabi Adam sebagai nabi dan rasul pertama Allah Swt.

Kegiatan Pendahuluan

Guru memulai pembelajaran dengan salam, doa, dan pengecekan kehadiran.

Peserta didik kemudian diajak menyanyikan lagu 25 Nabi dan Rasul secara singkat.

Ice breaking yang digunakan adalah “Siapa Aku?”. Guru menunjukkan gambar tanah, manusia, malaikat, dan pohon, kemudian siswa diminta menebak gambar yang berkaitan dengan kisah Nabi Adam a.s.

Guru kemudian mengajukan pertanyaan pemantik:

“Siapa manusia pertama yang diciptakan Allah?”

“Dari apakah Nabi Adam diciptakan?”

Pertanyaan tersebut digunakan untuk menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang akan dipelajari.

Pembelajaran Menggembirakan

Pada kegiatan Joyful Learning, guru menampilkan video animasi atau gambar berseri tentang kisah Nabi Adam a.s.

Guru menceritakan kisah menggunakan intonasi menarik dan bahasa sederhana. Siswa mengamati gambar kemudian menjawab pertanyaan ringan selama cerita berlangsung.

Dokumen menjelaskan bahwa penggunaan cerita bergambar, permainan tebak gambar, dan video animasi diharapkan membuat pembelajaran lebih menyenangkan, aktif, dan tidak membosankan.

Pembelajaran Berkesadaran

Pada tahap Mindful Learning, guru menjelaskan bahwa Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah dan bahwa Nabi Adam merupakan manusia pertama serta nabi pertama.

Guru menunjukkan gambaran malaikat yang taat kepada Allah dan iblis yang sombong. Selanjutnya siswa diajak mengamati dan menjawab pertanyaan seperti mengapa iblis tidak mau bersujud dan apakah sifat sombong itu baik.

Guru membimbing siswa memahami bahwa setiap perbuatan memiliki akibat.

Pembelajaran Bermakna

Pada tahap Meaningful Learning, siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan mendapatkan kartu bergambar berbagai perilaku.

Peserta didik memilih perilaku yang sesuai dengan teladan Nabi Adam, seperti:

  • Mengakui kesalahan.
  • Meminta maaf.
  • Taat kepada Allah.
  • Tidak sombong.

Perwakilan kelompok menjelaskan alasan pilihan mereka. Siswa kemudian diminta menyebutkan satu perilaku yang akan mereka lakukan di rumah sebagai bentuk meneladani Nabi Adam.

Pada akhir pertemuan, siswa diberikan tugas sederhana untuk menceritakan kembali kisah Nabi Adam kepada orang tua di rumah.

Pertemuan 2: Menceritakan Kembali Kisah Nabi Adam a.s.

Pada pertemuan kedua, tujuan pembelajaran adalah agar peserta didik mampu menceritakan kisah Nabi Adam a.s. dengan bahasa sendiri sesuai urutan cerita yang benar.

Materi mengacu pada kisah penciptaan Nabi Adam, penolakan iblis untuk bersujud, serta kisah Nabi Adam dan Hawa yang memohon ampun kepada Allah.

Permainan Kartu Cerita Bergambar

Guru menampilkan gambar berseri tentang kisah Nabi Adam a.s.

Peserta didik mengamati gambar sambil mendengarkan cerita guru, kemudian menyusun gambar sesuai urutan cerita.

Kegiatan ini membantu siswa memahami alur cerita sekaligus melatih kemampuan mengingat dan menyampaikan kembali informasi.

Mengamati dan Menceritakan

Guru membimbing peserta didik mengamati setiap gambar secara cermat.

Pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:

  • Siapa manusia pertama?
  • Dari apakah Nabi Adam diciptakan?
  • Mengapa iblis dimurkai Allah?
  • Apa yang dilakukan Nabi Adam ketika melakukan kesalahan?

Peserta didik kemudian diminta menceritakan kembali isi gambar menggunakan kalimat sederhana.

Mengambil Hikmah dari Kisah Nabi Adam

Dalam kegiatan bermakna, setiap kelompok bergantian menceritakan kisah berdasarkan gambar yang telah disusun.

Guru kemudian mengajak siswa menyimpulkan beberapa hikmah, seperti:

  • Tidak boleh sombong.
  • Berani mengakui kesalahan.
  • Segera meminta maaf dan memohon ampun kepada Allah.
  • Membiasakan diri rendah hati dan jujur.

Pada akhir pertemuan, siswa kembali mendapat tugas untuk menceritakan kisah Nabi Adam kepada orang tua di rumah.

Pertemuan 3: Meneladani Akhlak Nabi Adam a.s.

Pertemuan ketiga berfokus pada penerapan keteladanan Nabi Adam dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik diarahkan untuk meneladani sikap mengakui kesalahan, segera memohon ampun kepada Allah, sabar dan ikhlas menghadapi ujian, serta berusaha menjadi anak yang taat kepada Allah.

Ice Breaking “Tepuk Teladan Nabi Adam”

Guru menyebutkan beberapa sikap.

Jika merupakan sikap baik seperti jujur, meminta maaf, dan sabar, peserta didik bertepuk tangan.

Jika merupakan sikap buruk seperti sombong, berbohong, dan membantah, peserta didik menggelengkan kepala.

Bermain Peran “Aku Menjadi Anak Saleh”

Pada kegiatan Joyful Learning, siswa bermain peran sederhana, misalnya:

  • Meminta maaf kepada teman.
  • Mengakui kesalahan.
  • Membantu teman.

Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang berani tampil.

Memahami Keteladanan Nabi Adam

Guru menjelaskan beberapa sikap yang dapat diteladani, yaitu:

  • Mengakui kesalahan.
  • Memohon ampun kepada Allah.
  • Sabar menerima ujian.
  • Tidak mengulangi kesalahan.

Peserta didik kemudian mengamati gambar perilaku sehari-hari dan menentukan mana yang sesuai dengan keteladanan Nabi Adam.

Komitmen Menjadi Anak Teladan

Siswa bekerja dalam kelompok kecil dan mendapatkan kartu situasi kehidupan sehari-hari.

Contoh situasi yang digunakan dalam dokumen:

Tidak sengaja memecahkan pensil teman.

Terlambat datang ke sekolah.

Berselisih dengan teman.

Setiap peserta didik kemudian membuat atau mengucapkan satu komitmen, misalnya:

“Saya akan berkata jujur.”

“Saya akan meminta maaf jika bersalah.”

“Saya akan sabar ketika menghadapi kesulitan.”

Kegiatan ini menghubungkan kisah Nabi Adam dengan pengalaman nyata anak di rumah dan sekolah.

Hikmah Keteladanan Nabi Adam a.s.

Berdasarkan materi dalam RPM, beberapa nilai utama yang dapat dipelajari peserta didik adalah:

Berani Mengakui Kesalahan

Anak diajak memahami bahwa ketika melakukan kesalahan, mereka perlu berani mengakuinya.

Meminta Maaf

Siswa belajar bahwa meminta maaf merupakan sikap yang baik ketika melakukan kesalahan kepada orang lain.

Tidak Sombong

Kisah Nabi Adam juga digunakan untuk membedakan perilaku rendah hati dengan kesombongan.

Bersabar

Peserta didik diajak memahami pentingnya bersabar ketika menghadapi kesulitan.

Taat kepada Allah

Kegiatan pembelajaran diarahkan agar siswa membiasakan perilaku yang menunjukkan ketaatan kepada Allah.

Peran Orang Tua dalam Pembelajaran

Orang tua menjadi salah satu mitra pembelajaran dalam RPM ini.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersama orang tua antara lain membantu anak menceritakan kembali kisah Nabi Adam dan mendampingi anak menerapkan satu sikap teladan di rumah.

Pada akhir rangkaian pembelajaran, anak juga diberikan tugas pembiasaan untuk menerapkan satu sikap teladan Nabi Adam di rumah dan menceritakan pengalamannya pada kegiatan berikutnya.

Asesmen RPM PAI Kelas 1 Bab 5

RPM dilengkapi dengan asesmen awal, asesmen proses, dan asesmen akhir.

Asesmen Awal

Guru menggunakan tanya jawab lisan dengan pertanyaan:

  • Siapakah manusia pertama yang diciptakan Allah?
  • Nabi Adam diciptakan dari apa?
  • Sebutkan satu sikap baik Nabi Adam yang kamu ingat.

Asesmen Proses

Guru melakukan observasi terhadap:

  1. Keaktifan mengikuti pembelajaran.
  2. Keberanian mengemukakan pendapat.
  3. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
  4. Sikap jujur dan rendah hati.
  5. Partisipasi dalam bermain peran.

Skor penilaian menggunakan:

4 = Sangat Baik

3 = Baik

2 = Cukup

1 = Perlu Bimbingan

Asesmen Akhir

Pada asesmen akhir, peserta didik diminta:

  1. Menceritakan satu keteladanan Nabi Adam a.s.
  2. Menyebutkan dua sikap yang dapat diteladani dari Nabi Adam.
  3. Mempraktikkan cara meminta maaf dengan sopan.
  4. Menjelaskan satu contoh penerapan keteladanan Nabi Adam di rumah atau di sekolah.

Rubrik Penilaian

RPM juga dilengkapi rubrik penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Penilaian Sikap

Aspek sikap yang dinilai meliputi:

Jujur

Tanggung jawab

Sabar

Penilaian Pengetahuan

Kriteria penilaian yang tercantum adalah:

Semua pertanyaan benar = 100

3 pertanyaan benar = 90

2 pertanyaan benar = 80

1 pertanyaan benar = 70

Belum mampu menjawab = ≤60

Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan meliputi:

  • Menceritakan keteladanan Nabi Adam.
  • Mempraktikkan sikap teladan.

Cerita dinilai berdasarkan kelengkapan, keruntutan, dan kejelasan. Sementara praktik sikap teladan dinilai berdasarkan kemampuan siswa melakukannya secara mandiri atau dengan bantuan.

Contoh Aktivitas Pembelajaran Nabi Adam Kelas 1

Agar materi lebih mudah dipahami, guru dapat menggunakan kegiatan yang sudah terdapat dalam RPM, seperti:

Siapa Aku? untuk apersepsi.

Menonton kisah Nabi Adam menggunakan video animasi.

Kartu cerita bergambar untuk menyusun urutan cerita.

Sambung Cerita Nabi Adam untuk melatih kemampuan mengingat.

Tepuk Teladan Nabi Adam untuk membedakan sikap baik dan buruk.

Bermain peran “Aku Menjadi Anak Saleh” untuk mempraktikkan meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Komitmen Menjadi Anak Teladan untuk menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Download RPM PAI Kelas 1 Bab 5 Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s.

Bagi guru yang sedang mencari RPM PAI Kelas 1 Bab 5 Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s. Tahun Pelajaran 2026/2027, dokumen ini dapat digunakan sebagai referensi dalam menyiapkan pembelajaran.

Isi dokumen mencakup:

  • Identitas pembelajaran.
  • Identifikasi peserta didik.
  • Materi pembelajaran.
  • Capaian pembelajaran.
  • Strategi dan metode.
  • Kegiatan pembelajaran 3 pertemuan.
  • Media pembelajaran.
  • Pemanfaatan digital.
  • Asesmen awal, proses, dan akhir.
  • Rubrik penilaian.
  • LKPD.
    Catatan: Guru dapat menyesuaikan identitas sekolah, kegiatan, media, waktu, dan instrumen penilaian sesuai kondisi satuan pendidikan serta kebutuhan peserta didik.

FAQ RPM PAI Kelas 1 Bab 5

Apa materi PAI Kelas 1 Bab 5?

Materi pokoknya adalah Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s., meliputi Nabi Adam sebagai manusia pertama, nabi dan rasul pertama, proses penciptaannya, serta hikmah beriman kepada kisah Nabi Adam.

Siapa Nabi Adam a.s.?

Dalam materi RPM, Nabi Adam a.s. dikenalkan sebagai manusia pertama serta nabi dan rasul pertama.

Apa keteladanan Nabi Adam yang dipelajari siswa?

Keteladanan yang ditekankan dalam dokumen antara lain mengakui kesalahan, meminta maaf, memohon ampun kepada Allah, tidak sombong, sabar, dan taat kepada Allah.

Berapa kali pertemuan RPM ini?

RPM dirancang untuk 3 pertemuan dengan total alokasi waktu 9 × 35 menit.

Apakah ada penilaian dalam RPM?

Ya. Terdapat asesmen awal, asesmen proses melalui observasi, asesmen akhir melalui penugasan dan unjuk kerja, serta rubrik penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Apakah tersedia LKPD?

Ya. Dokumen mencantumkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) sebagai lampiran

RPM PAI Kelas 1 Bab 5 Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s. dirancang untuk membantu peserta didik mengenal kisah Nabi Adam sekaligus mengambil nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran dilakukan melalui cerita, gambar, video, permainan, diskusi, bermain peran, dan presentasi. Selama tiga pertemuan, siswa belajar memahami kisah Nabi Adam, menceritakannya kembali, kemudian menerapkan nilai keteladanannya melalui sikap jujur, rendah hati, berani mengakui kesalahan, meminta maaf, sabar, dan taat kepada Allah.
Dengan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak, kisah Nabi Adam tidak hanya menjadi materi untuk diingat, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan dan karakter positif.

Semoga RPM PAI Kelas 1 Bab 5 ini bermanfaat bagi guru PAI dan Budi Pekerti dalam menyiapkan perangkat pembelajaran tahun pelajaran 2026/2027.

Post a Comment for "RPM PAI Kelas 1 Bab 5: Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s. Tahun Pelajaran 2026/2027"