Anak Susah Makan? Ini 5 Strategi Jitu Mengatasi GTM Tanpa Stres
Menghadapi anak yang tiba-tiba mogok makan atau GTM (Gerakan Tutup Mulut) bisa menjadi momen yang sangat menguras emosi bagi Parents. Kekhawatiran akan berat badan yang turun hingga kurang gizi seringkali membuat kita tanpa sadar memaksa anak untuk makan.
Padahal, memaksa justru bisa membuat anak trauma terhadap waktu makan. Mari kita bedah strategi mengatasi GTM dengan cara yang lebih menyenangkan dan efektif!
1. Kenali Penyebab GTM (Detektif Makanan)
Sebelum marah, cobalah cari tahu alasan di balik penolakannya. GTM biasanya dipicu oleh beberapa hal:
Tumbuh Gigi: Gusi yang nyeri membuat mengunyah jadi tidak nyaman.
Bosan Menu: Anak butuh variasi rasa dan tekstur.
Sedang Sakit: Sariawan atau radang tenggorokan ringan.
Distraksi: Terlalu banyak mainan atau TV saat jam makan.
2. Terapkan "Feeding Rules" yang Konsisten
Kunci utama keberhasilan makan adalah jadwal yang teratur.
Jadwal Tetap: Atur waktu makan besar dan camilan di jam yang sama setiap hari.
Durasi Maksimal: Jangan biarkan waktu makan lebih dari 30 menit. Jika anak tidak mau, akhiri dengan tenang.
Hanya Air Putih: Di antara waktu makan, hindari memberikan susu berlebih atau jus yang membuat anak merasa kenyang duluan.
3. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan
Waktu makan harus menjadi momen bonding, bukan medan perang.
Makan Bersama: Duduklah bersama anak di meja makan. Anak cenderung lebih tertarik makan jika melihat orang tuanya juga makan dengan lahap.
Hindari Distraksi: Matikan TV dan jauhkan HP. Fokuslah pada rasa, warna, dan tekstur makanan.
4. Sajikan Porsi Kecil tapi Menarik
Piring yang penuh dengan nasi seringkali membuat anak merasa terintimidasi.
Food Art: Gunakan cetakan nasi yang lucu atau susun sayuran menjadi bentuk wajah.
Prinsip "Satu Suap": Tawarkan porsi kecil terlebih dahulu. Biarkan anak meminta tambah jika mereka menyukainya. Ini memberikan rasa keberhasilan (sense of achievement) pada anak.
5. Libatkan Anak dalam Prosesnya
Anak akan lebih bersemangat memakan sesuatu yang mereka "buat" sendiri.
Kegiatan: Ajak si kecil mencuci sayur, membantu menaruh roti di piring, atau memilih buah di supermarket.
Manfaat: Ini meningkatkan rasa ingin tahu mereka terhadap makanan tersebut.
Kesimpulan
GTM adalah fase, bukan akhir dari segalanya. Tetaplah tenang dan konsisten. Jika GTM berlangsung lama disertai penurunan berat badan yang drastis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Post a Comment for "Anak Susah Makan? Ini 5 Strategi Jitu Mengatasi GTM Tanpa Stres"