Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lebih dari Sekadar Diam: 5 Tanda Awal Anak Mengalami Speech Delay dan Cara Stimulasinya


 

Setiap anak memiliki laju perkembangannya sendiri. Namun, kapan kita perlu mulai khawatir jika si kecil belum banyak bicara dibandingkan teman-temannya? Terkadang, Parents merasa dilema antara menunggu atau segera mencari bantuan profesional.

Memahami tanda-tanda awal Speech Delay (keterlambatan bicara) sangat penting agar stimulasi bisa diberikan sedini mungkin. Ingat, deteksi dini berarti intervensi yang lebih cepat dan hasil yang lebih optimal.

Berikut adalah 5 tanda awal speech delay yang perlu Parents perhatikan dan cara sederhana untuk menstimulasinya:

1. Minimnya Kontak Mata dan Respon Nama

Ini adalah salah satu tanda paling awal yang sering terlewatkan.

  • Tanda: Anak kurang merespons ketika namanya dipanggil, tidak menoleh ke sumber suara, atau jarang melakukan kontak mata saat berinteraksi.

  • Stimulasi: Panggil nama anak dengan jelas, dan saat ia menoleh, berikan pujian atau senyuman. Ajak bermain peek-a-boo untuk melatih kontak mata.

2. Kurangnya Babbling atau Ocehan di Usia Balita

Pada usia 6-12 bulan, bayi biasanya mulai mengeluarkan suara "ba-ba-ba", "ma-ma-ma", atau "da-da-da". Ini adalah fondasi penting untuk bicara.

  • Tanda: Anak jarang mengoceh, atau ocehannya tidak bervariasi.

  • Stimulasi: Tirukan suara ocehan anak, dan ajak mereka "berdialog" dengan nada yang menyenangkan. Bacakan buku bergambar sambil menunjuk objek.

3. Tidak Menunjuk atau Menggunakan Gerakan Komunikasi

Sebelum bisa bicara, anak berkomunikasi melalui gestur.

  • Tanda: Anak tidak menunjuk benda yang diinginkan (misalnya mainan atau botol susu), tidak melambaikan tangan "dadah", atau tidak menggeleng/mengangguk untuk "iya/tidak" di usia 12-18 bulan.

  • Stimulasi: Ajari anak gerakan sederhana seperti melambaikan tangan. Saat mereka menginginkan sesuatu, tuntun tangannya untuk menunjuk dan sebutkan nama benda tersebut.

4. Kosa Kata Terbatas atau Tidak Bertambah di Usia 18-24 Bulan

Di usia ini, anak seharusnya sudah memiliki setidaknya 10-20 kosa kata dan mulai mencoba menggabungkan dua kata.

  • Tanda: Anak hanya punya beberapa kata saja, atau tidak ada penambahan kosa kata baru selama beberapa bulan.

  • Stimulasi: Deskripsikan setiap aktivitas yang sedang Anda lakukan ("Mama sedang masak", "Papa memakai sepatu"). Ulangi kata-kata baru dengan jelas.

5. Sulit Memahami Instruksi Sederhana

Anak tidak hanya harus bisa bicara, tapi juga memahami apa yang dikatakan orang lain.

  • Tanda: Anak kesulitan mengikuti instruksi sederhana seperti "ambil bola" atau "duduk di kursi" di usia 24 bulan ke atas.

  • Stimulasi: Berikan instruksi satu langkah ("Ayo ambil mainanmu"). Setelah berhasil, tambahkan langkah ("Ambil mainanmu, lalu taruh di kotak").

Kapan Harus Konsultasi?

Jika Parents melihat beberapa tanda di atas secara konsisten, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli terapis wicara. Intervensi dini adalah kunci untuk membantu anak mencapai potensi terbaiknya.

Post a Comment for "Lebih dari Sekadar Diam: 5 Tanda Awal Anak Mengalami Speech Delay dan Cara Stimulasinya"