Bingung Bikin Soal HOTS? Coba Cara Ini: Ubah Soal Lama Anda, Bukan Bikin dari Nol
Setiap kali mendengar kata "soal HOTS" (Higher Order Thinking Skills), banyak guru langsung merasa harus menyusun soal yang rumit dan panjang, sering sampai bingung sendiri mulai dari mana. Padahal, cara tercepat membuat soal HOTS sebenarnya bukan menyusun dari nol — tapi mengubah soal-soal yang sudah Anda punya selama ini.
Kebanyakan bank soal yang kita miliki isinya soal LOTS (Lower Order Thinking Skills) — soal yang hanya menguji ingatan atau pemahaman dasar. Soal-soal ini sebenarnya bisa "naik level" jadi HOTS hanya dengan mengubah cara pertanyaannya diajukan, tanpa perlu mengganti materinya sama sekali.
Kenali Dulu Bedanya, Tanpa Teori yang Berbelit
Daripada menghafal taksonomi Bloom secara teoretis, cara paling praktis membedakan soal LOTS dan HOTS adalah dengan satu pertanyaan: apakah jawabannya bisa langsung ditemukan persis di buku atau catatan, atau siswa harus mengolah informasi itu dulu untuk sampai ke jawaban?
Kalau jawabannya bisa langsung dicari dan disalin, itu LOTS. Kalau siswa harus membandingkan, menganalisis, atau memutuskan sesuatu berdasarkan informasi yang diberikan, itu sudah masuk HOTS.
Teknik 1: Ubah "Apa" Menjadi "Kenapa" atau "Bagaimana Jika"
Ini teknik paling sederhana dan paling sering berhasil. Soal yang tadinya menanyakan fakta, diubah menjadi soal yang menanyakan alasan atau konsekuensi.
Contoh soal IPA:
- LOTS: "Apa fungsi akar pada tumbuhan?"
- HOTS: "Bagaimana jika akar tumbuhan tidak berfungsi menyerap air? Jelaskan dampaknya terhadap bagian tumbuhan yang lain."
Contoh soal IPS:
- LOTS: "Sebutkan penyebab terjadinya urbanisasi."
- HOTS: "Sebuah desa kehilangan separuh penduduk usia produktifnya karena urbanisasi. Menurutmu, apa dampak yang paling mungkin terjadi terhadap perekonomian desa tersebut dalam 5 tahun ke depan?"
Teknik 2: Tambahkan Data atau Kasus Konkret ke Soal Umum
Soal yang tadinya bertanya secara umum, dibuat lebih spesifik dengan menambahkan data, grafik sederhana, atau skenario nyata yang harus dibaca dulu oleh siswa sebelum menjawab.
Contoh soal Matematika:
- LOTS: "Berapa hasil dari 250 x 4?"
- HOTS: "Sebuah toko menjual 250 buku setiap bulan seharga Rp4.000 per buku. Bulan depan toko berencana menaikkan harga 10% tapi memperkirakan penjualan turun jadi 220 buku. Apakah pendapatan bulan depan akan lebih besar atau lebih kecil dibanding bulan ini? Tunjukkan perhitunganmu."
Soal kedua tetap memakai operasi hitung yang sama, tapi memaksa siswa memutuskan langkah apa yang perlu dihitung lebih dulu, bukan sekadar menghitung yang sudah disediakan.
Teknik 3: Minta Siswa Membandingkan, Bukan Sekadar Menjelaskan
Soal yang meminta siswa menjelaskan satu konsep saja cenderung tetap di level LOTS meski jawabannya panjang. Mengubahnya menjadi perbandingan antara dua hal biasanya otomatis menaikkan level berpikir yang dibutuhkan.
Contoh soal Bahasa Indonesia:
- LOTS: "Apa ciri-ciri teks deskripsi?"
- HOTS: "Bacalah dua paragraf berikut. Paragraf mana yang lebih efektif menggambarkan suasana pasar pagi, dan bagian mana yang membuatnya lebih hidup dibanding paragraf yang lain?"
Teknik 4: Minta Siswa Mengambil Keputusan dengan Alasan
Soal yang meminta siswa memilih satu opsi dan menjelaskan alasannya biasanya lebih menantang dibanding soal yang hanya meminta penjelasan satu arah, karena siswa harus mempertimbangkan beberapa kemungkinan sebelum memutuskan.
Contoh soal PPKn:
- LOTS: "Sebutkan hak dan kewajiban warga negara."
- HOTS: "Dalam sebuah rapat RT, ada warga yang menolak ikut kerja bakti karena sedang bekerja di hari itu. Menurutmu, apakah tindakan warga tersebut melanggar kewajiban sebagai warga? Jelaskan alasanmu, termasuk mempertimbangkan sisi warga yang bekerja."
Satu Hal yang Perlu Diperhatikan: Jangan Cuma Bikin Soal Lebih Panjang
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengira soal HOTS berarti soal yang lebih panjang kalimatnya, padahal panjang dan tingkat berpikir itu dua hal berbeda. Soal panjang yang jawabannya tetap bisa langsung dicari di buku bukan HOTS, hanya soal LOTS yang bertele-tele. Sebaliknya, soal singkat seperti "Bagaimana jika...?" bisa sangat HOTS kalau memang menuntut siswa berpikir, bukan mengingat.
Cara Praktis Memulai: Ubah 2-3 Soal Dulu, Bukan Semua Sekaligus
Tidak perlu mengubah seluruh bank soal sekaligus. Ambil satu ulangan harian yang akan datang, pilih 2-3 soal LOTS yang sudah ada, lalu terapkan salah satu dari empat teknik di atas. Setelah terbiasa dengan polanya, mengubah soal berikutnya akan jauh lebih cepat karena Anda sudah punya "template mental" dari soal-soal yang pernah diubah sebelumnya.
Membuat soal HOTS tidak harus dimulai dari kertas kosong. Bank soal yang sudah Anda kumpulkan selama bertahun-tahun sebenarnya adalah bahan baku yang siap "dinaikkan level"-nya — tinggal diubah cara bertanyanya, bukan diganti materinya.

Post a Comment for "Bingung Bikin Soal HOTS? Coba Cara Ini: Ubah Soal Lama Anda, Bukan Bikin dari Nol"