Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sibling Rivalry: 5 Cara Mengatasi Anak yang Sering Bertengkar agar Akur



"Ibu, Kakak nakal!", "Bunda, Adik rebut mainanku!". Suara adu mulut antar saudara seringkali menjadi musik harian di rumah. Fenomena ini dikenal sebagai Sibling Rivalry.

Meski bertengkar adalah hal yang wajar dalam proses sosialisasi, namun jika dibiarkan tanpa arahan, persaingan ini bisa menimbulkan kecemburuan yang mendalam. Bagaimana cara menghadapinya dengan kepala dingin? Simak tips praktisnya berikut ini!

1. Hindari Membanding-bandingkan Anak

Ini adalah aturan emas dalam parenting. Membandingkan prestasi atau perilaku anak hanya akan memicu rasa benci antar saudara.

  • Jangan katakan: "Lihat tuh Adik, makannya pintar, nggak kayak Kakak."

  • Efeknya: Anak yang dibanding-bandingkan akan merasa tidak dicintai, sementara anak yang dipuji akan merasa terbebani atau merasa lebih superior. Fokuslah pada keunikan masing-masing.

2. Jangan Selalu Menjadi "Hakim"

Saat anak bertengkar, kecenderungan kita adalah segera mencari siapa yang salah dan siapa yang benar.

  • Strategi: Alih-alih menghukum salah satu, cobalah untuk memisahkan mereka sampai emosi mereda. Katakan, "Bunda tidak mau tahu siapa yang mulai, tapi Bunda mau kalian berdua tenang dulu."

  • Manfaat: Ini melatih anak untuk belajar menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa harus selalu melibatkan otoritas orang tua.

3. Berikan "Special Time" untuk Masing-masing Anak

Seringkali anak bertengkar hanya untuk mencari perhatian orang tua. Mereka merasa harus "berebut" kasih sayang.

  • Tindakan: Jadwalkan waktu 15-20 menit sehari hanya untuk satu anak secara bergantian (tanpa ada saudara lainnya).

  • Tujuan: Saat tangki kasih sayang anak penuh, mereka akan merasa lebih aman secara emosional dan tidak perlu bersaing secara agresif dengan saudaranya.

4. Ajarkan Keterampilan Berbagi dan Mengantre

Berbagi bukan hal yang instan, itu adalah keterampilan yang harus dilatih.

  • Tips: Gunakan timer atau alarm saat mereka berebut mainan. "Kakak main mobil-mobilan 10 menit, setelah alarm bunyi, gantian Adik ya."

  • Hasil: Anak belajar konsep keadilan dan kesabaran, yang merupakan kunci kedamaian antar saudara.

5. Buat "Teamwork Goals" (Tujuan Kelompok)

Ubah persaingan menjadi kerjasama dengan memberikan tantangan bersama.

  • Contoh: "Kalau Kakak dan Adik bisa merapikan semua mainan ini dalam 5 menit, nanti sore kita pergi ke taman bersama-sama."

  • Manfaat: Ini membangun pola pikir bahwa saudara adalah teman setim, bukan lawan.

Kesimpulan

Pertengkaran antar saudara adalah kesempatan bagi anak untuk belajar bernegosiasi dan berempati. Dengan bimbingan yang tepat, sibling rivalry bisa berubah menjadi ikatan persaudaraan yang solid seiring bertambahnya usia mereka.

Post a Comment for "Sibling Rivalry: 5 Cara Mengatasi Anak yang Sering Bertengkar agar Akur"