Mengenal Gentle Parenting: Cara Didik Anak dengan Empati Tanpa Menjadi Lembek
Mungkin Parents sering mendengar istilah Gentle Parenting di media sosial. Banyak yang mengira metode ini berarti membiarkan anak melakukan apa saja tanpa aturan. Padahal, Gentle Parenting adalah tentang membangun hubungan yang didasari rasa hormat dan empati, namun tetap memiliki batasan yang jelas.
Jika Parents ingin beralih dari pola asuh "karena Ibu bilang begitu" ke pola asuh yang lebih komunikatif, artikel ini adalah panduan awal yang tepat untuk Anda.
1. Apa Itu Gentle Parenting?
Gentle parenting berfokus pada empat unsur utama: Empati, Rasa Hormat, Pemahaman, dan Batasan. Tujuannya bukan untuk menghukum perilaku buruk secara instan, melainkan memahami mengapa perilaku itu terjadi dan membantu anak belajar mengelola emosinya.
2. Fokus pada Koneksi Sebelum Koreksi
Saat anak melakukan kesalahan, insting kita seringkali langsung menghukum. Dalam gentle parenting, kita mengutamakan koneksi terlebih dahulu.
Tindakan: Dekati anak, sejajarkan tinggi badan Anda, dan tanyakan apa yang terjadi.
Filosofi: Anak akan lebih mudah mendengarkan arahan jika mereka merasa aman dan dipahami, bukan karena mereka merasa takut.
3. Mengatur Batasan dengan Tegas namun Lembut
Gentle parenting bukan berarti tidak ada aturan. Justru, aturan sangat penting agar anak merasa aman. Bedanya terletak pada cara penyampaiannya.
Otoriter: "Jangan lari-lari! Duduk atau Ibu sita mainannya!"
Gentle: "Kita di dalam ruangan sekarang, jadi kita berjalan ya. Berlari hanya boleh dilakukan saat kita di taman nanti."
4. Mengganti Hukuman dengan Konsekuensi Logis
Hukuman seringkali tidak berhubungan dengan kesalahan dan hanya memicu rasa malu. Gentle parenting menggunakan konsekuensi yang masuk akal.
Contoh: Jika anak menumpahkan susu karena sengaja dimainkan, konsekuensinya bukan "tidak boleh nonton TV", melainkan diajak untuk bersama-sama mengelap tumpahan tersebut.
Manfaat: Anak belajar tanggung jawab atas tindakannya.
5. Mengelola Emosi Orang Tua Sendiri
Anda tidak bisa mendidik dengan lembut jika Anda sendiri sedang meledak-ledak. Gentle parenting menuntut orang tua untuk memiliki regulasi diri yang baik.
Tips: Jika merasa ingin marah, ambil jeda sejenak. Bernapaslah dalam-dalam sebelum merespons anak. Anda adalah cermin bagi anak dalam mengendalikan emosi.
Gentle parenting adalah investasi jangka panjang. Tujuannya adalah membesarkan anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan rasa percaya diri yang kuat. Memang butuh waktu lebih lama daripada sekadar berteriak, tapi hasilnya akan sangat berharga bagi hubungan Anda dan anak di masa depan.
Post a Comment for "Mengenal Gentle Parenting: Cara Didik Anak dengan Empati Tanpa Menjadi Lembek"